Rakor Kawasan Perhatian Investasi

18 Juni 2013
Category:
Hasil Rapat
Comments: 0

Bappeda Aceh melaksanakan rapat koordinasi dengan instansi terkait bidang penanaman modal pada hari Kamis, 13 Juni 2013. Rapat yang diadakan di Ruang Rapat II (Lt. 2) gedung Bappeda itu mengambil tema “Kawasan Perhatian Investasi (KPI) dalam Strategi Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)” .

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) melalui Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011. MP3EI merupakan arahan strategis dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia guna meraih masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur pada tahun 2025. Agar mampu mencapai visi tersebut, pemerintah menetapkan tiga misi yang juga merupakan fokus utama yaitu :

  1. Peningkatan nilai tambah dan perluasan rantai nilai proses produksi serta distribusi dari pengelolaan asset dan akses (potensi) SDA, geografis wilayah dan SDM, melalui penciptaan kegiatan ekonomi yang terintegrasi dan sinergis didalam maupun antar-kawasan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
  2. Mendorong terwujudnya peningkatan efisiensi produksi dan pemasaran serta integrasi pasar domestik dalam rangka penguatan daya saing dan daya tahan perekonomian nasional.
  3. Mendorong penguatan daya saing global yang berkelanjutan, menuju innovation-driven economy.

Sebagai tindak lanjut dari ketiga focus MP3EI tersebut diatas, pemerintah merencanakan mengembangkan Kawasan Perhatian Investasi (KPI). KPI didefenisikan adalah satu atau kumpulan beberapa sentra produksi/kegiatan investasi yang beraglomerasi di area dan yang terhubung dengan satu atau lebih factor konektivitas dan SDM Iptek. Karenanya, KPI ditujukan untuk mempermudah proses integrasi investasi di bidang-bidang kegiatan sektor produktif dengan kegiatan enabler (regulasi, SDM plus Iptek dan konektivitas).

Identifikasi lokasi-lokasi KPI digunakan sebagai acuan penetapan proyek-proyek infrastruktur, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan kemampuan teknologi/inovasi agar pelayanan infrastruktur dan ketersediaan SDM-Iptek lebih optimal dan efisien, serta memudahkan dalam proses penyempurnaan regulasi. Berdasarkan hal tersebutdiatas dan potensi koridor-koridor ekonomi yang dimiliki oleh Aceh, BAPPEDA Aceh mengadakan dialog kebijakan terfokus terkait pengembangan kawasan perhatian investasi sebagai modalitas percepatan dan perluasan pembangunan Aceh dan Indonesia.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah menyamakan persepsi tentang percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia dan Aceh dalam konteks MP3EI. Selanjutnya melakukan general review kebijakan kawasan industri dan investasi di Aceh. Melakukan diskusi awal tentang rencana pengembangan kawasan perhatian investasi di Aceh yang berbasis penciptaan nilai tambah dari kegiatan sektor produktif (koridor ekonomi). Kegiatan ini diawali oleh pemaparan dari Bappeda tentang konsep MP3EI dan KPI. Kemudian dilanjutkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan tentang kebijakan kawasan industri di Aceh. Selanjutnya dari Badan Investasi dan Promosi Aceh mengemukakan tentang peta jalan (roadmap) investasi di Aceh. Dilanjutkan dengan BP-Kapet Bandar Aceh Darussalam yang menjelaskan mengenai Kawasan Industri di Aceh (KIA) Ladong dan yang terakhir adalah dari Dinas Kelautan dan Perikanan memaparkan tentang Kawasan Pelabuhan Perikanan Samudra Lampulo dan ditutup dengan diskusi.

Hasil yang diharapkan adanya kesepahaman yang sama antara peserta rapat (stakeholder) terkait MP3EI dan KPI. Peserta rapat juga diharapkan bersepakat melakukan koordinasi lebih lanjut untuk pengembangan kawasan perhatian investasi di Aceh.**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *