Keseriusan Pemerintah Membantu Investor Perikanan di Pelabuhan Lampulo

11 November 2014
Comments: 0

Tags:

Banda Aceh, Selasa (11 November 2014). PT. Aceh Lampulo Jaya Bahari (ALJB) yang dipimpin oleh Husein, diundang pada rapat koordinasi percepatan realisasi investasi pabrik perikanan di Lampulo Banda Aceh. Rapat didaulat oleh BIP Aceh pada Selasa, (11/11/2014) yang bertempat di Oproom BIP Aceh. Dalam kesempatan tersebut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Safwan, dan juga instansi terkait lainnya seperti Bappeda, PLN, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, UPTD Lampulo, dan PDAM Tirta Daroy.

Rapat ini diselenggarakan untuk membuktikan kesungguhan Pemerintah Aceh dalam mempermudah kendala yang dihadapi oleh para investor yang telah menanamkan modalnya di Aceh. Husein, mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi PT. ALJB, yaitu Status Lahan, karena fasilitas sudah dibangun tetapi lahan belum jelas karena realisasi yang sudah dikeluarkan untuk investasi tersebut sudah berkisar 22,5 Milyar nilainya sangat jauh diatas rencana awal 14 Milyar.

Kendala lainnya, listrik 850 MW yang belum tersedia hingga saat ini, akses jalan belum memadai serta mengenai pembayaran sewa lahan untuk ditunda karena saat ini belum dapat berproduksi.

Beberapa hal yang menjadi kendala seperti yang diuraikan oleh investor diatas,ditanggapi oleh Fanny, dari Dinas Kelautan dan Perikanan, “Sertifikat lahan sudah selesai dengan status hak pakai, selanjutnya sedang dalam pengurusan untuk hak penggunaan agar investor yang lain bisa mendirikan bangunan” ujarnya.

Kepala UPTD Lampulo, T.Nurmahdi, menyampaikan Masterplan Kawasan lampulo akan ditata kembali oleh Dinas kelautan dan Perikanan Aceh untuk lebih memudahkan dalam marketing kepada calon investor lainnya.

Dari perwakilan PLN mengemukakan bahwa “memang benar potensi listrik di Aceh saat lah besar tetapi belum di olah”, imbuhnya. Sehingga transmisi belum bisa dibangun (karena permasalahan lahan juga) masalah PLN seperti itu belum bisa mewujudkan permintaan 850 MW, tetapi PLN mengajukan beberapa tahapan untuk pemenuhan listrik yaitu 240 – 345 – 555 – 850 MW. Hal ini disetujui oleh calon investor untuk dapat segera merealisasikan investasinya, wlauapun untuk tahap berproduksi tidak 100% terlebih dahulu.

Safwan, selaku Kadis Perindustrian dan Perdagangan Aceh menambahkan bahwa perbaikan jalan akan di selesaikan pada tahun 2015 dan pabrik pengolahan tepung ikan juga akan dianggarkan pada tahun 2015.

Diakhir pertemuan Husein mengatakan bahwa saat ini mereka membutuhkan Putra dan putri terbaik Aceh untuk di training di Medan sebagai operator pabrik PT. Lampulo Jaya Bahari. SDM yang handal sangat diperlukan dan ini merupakan kesempatan kerja luar biasa untuk meningkatkan perekonomian daerah Aceh. (Ly, MJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *