China, Malaysia dan Singapura Tawarkan PLTH untuk Aceh

14 October 2016
Category:
Meeting Note
News
Comments: 0

Tags:

Banda Aceh, (14 Oktober 2016). Perusahaan China Yunnan Jingping Investment Co.,Ltd, bersama Ji Ding Power SDN, BHD melakukan pertemuan dengan Pemerintah Aceh yang difasilitasi Badan Investasi dan Promosi (BIP) Aceh pada Jumat (14/10/2016). Dalam pertemuan ini Perusahaan gabungan tiga Negara (China, Malaysia dan Singapura) memaparkan rencana investasi mereka di bidang energi terbarukan dengan menawarkan teknologi mesin Pembangkit Listrik Tenaga Hidrolik (PLTH) kepada pemerintah Aceh.

 

Untuk mengatasi masalah krisis listrik di Aceh, calon investor dari Negara tetangga ini memilih Aceh sebagai tempat pertama kalinya untuk rencana kerjasama ini. Dengan jumlah populasi sebesar 250 juta jiwa, rakyat Indonesia hanya dapat mengkonsumsi listrik 61W/capita sedangkan di Malaysia dengan populasi lebih kurang 30juta jiwa dapat menikmati hingga 377W/capita. Artinya Malaysia dapat mengkonsumsi 5x lebih banyak dibandingkan di Indonesia.

 

Untuk lebih meyakinkan Pemerintah Aceh akan kesungguhan mereka dalam berinvestasi dan rencana kerjasama, beberapa dinas terkait akan diundang ke China untuk melakukan kajian dan melihat langsung saat mesin tersebut diuji cobakan di pabrik tempat mesin ini dikerjakan. Mesin PLTH tersebut sangat efisien, dan tidak membutuhkan lahan yang luas untuk pengoperasiannya dan mampu menghasilkan 1 MW hanya dengan luas area 30 Meter persegi. Mesin yang di produksi di Provinsi Yunnan – China ini memiliki banyak keunggulan diantaranya ramah lingkungan, tidak menggunakan bahan bakar, tidak menghasilkan limbah yang membahayakan masyarakat, dapat digunakan dalam jangka waktu lebih kurang 50 tahun, dan tentunya biaya perawatan yang tidak terlalu mahal.

 

Menurut salah satu perwakilan dari Malaysia, mesin ini sangat cocok untuk Aceh dan dengan wilayah operasi mesin di Sabang. Mesin ini dapat diletakan di lokasi yang tidak terlalu dekat dengan pusat kota dan padat penduduk.

 

Menurut salah satu perwakilan SKPA, banyak program upaya yang terus dilakukan Pemerintah untuk mencukupi ketersediaan listrik di Aceh seperti telah ada mesin PLTU di Nagan Raya, akan dibangun pula PLTA dan PLTMH.

 

Pertemuan dipimpin Kabid. Program dan Pelaporan BIP Aceh, Fuadi; juga dihadiri oleh Kabid. Perizinan, Jonni; dan Kabid. Pengembangan Investasi Syarifah Zulfa. Selain itu hadir pula dari Dinas Pertambangan dan Energi Aceh dan beberapa tamu undangan lainnya. Pada tahap awal, rencana kerjasama mereka adalah trading untuk produk mesin tersebut, namun untuk rencana jangka panjang adalah investasi termasuk manufaktur dan assembling di wilayah Sabang.

Pertemuan ini ditutup dengan foto bersama, sebelum calon investor bertolak ke Sabang untuk melihat tempat yang cocok untuk lokasi mesin nantinya. (MJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *