Gubernur Aceh Himbau Masyarakat Waspada Terhadap Penipuan Berkedok Investasi

20 Oktober 2016
Category:
Artikel
Berita
Comments: 0

BANDA ACEH (20/10/16): Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah menghimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap modus penipuan yang berkedok investasi yang selama ini banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, Azhari, SE, M.Si saat membuka acara Sosialisasi Satuan Tugas Waspada Investasi di Hotel Oasis, Banda Aceh, Kamis (20/10).

Dalam sambutannya, Gubernur mengajak masyarakat agar mewaspadai kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat yang menawarkan keuntungan besar tanpa operasional nyata yang pada akhirnya mengakibatkan kerugian kepada korban.

“Pengalaman membuktikan, cukup banyak kegiatan penghimpunan dana seperti ini adalah modus penipuan yang berkedok investasi karena nyatanya operasional mereka tidak sesuai aturan hukum berlaku, sehingga masyarakat menjadi korban,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Untuk mencegah kasus seperti itu, Gubernur menghimbau masyarakat agar melaporkan kegiatan yang dicurigai bermodus penipuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satuan Tugas (Satgas) Tugas Waspada Investasi serta aparat kepolisian terdekat.

Menurutnya, langkah yang dilakukan oleh OJK dengan menggagas terbentuknya wadah tersebut sudah sangat tepat mengingat semakin banyaknya laporan masyarakat yang menjadi korban produk investasi yang tidak sesuai aturan hukum.

Gubernur berharap satgas yang telah dibentuk itu dapat memfasilitasi masyarakat yang menjadi korban serta memantau aktivitas investasi dan pengumpulan dana masyarakat oleh perusahaan investasi yang ada di Aceh.

Sebagaimana yang dilansir di berbagai media nasional, gagasan pembentukan Satgas Waspada Investasi telah disepakati di Jakarta oleh OJK bersama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kejaksaan, Kepolisian RI, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Juni lalu. Setelah kesepakatan itu, OJK terus melakukan sosialisasi dan membentuk wadah yang sama di berbagai daerah, termasuk di Aceh.

“Pemerintah Aceh tentu saja mendukung langkah Satgas Waspada Investasi yang diharapkan mampu memberikan informasi terkait pemahaman cara berinvestasi yang baik serta memberikan gambaran kepada masyarakat bagaimana investasi yang sebenarnya dan apa saja tips guna menghindarkan diri dari aksi-aksi investasi yang berpotensi merugikan masyarakat,” kata Gubernur Zaini.

Kehadiran satgas ini juga diharapkan kita tidak hanya dapat melindungi masyarakat dari berbagai bentuk penipuan berkedok investasi, tapi juga dapat mendorong masyarakat agar memanfaatkan dananya di sektor riil, khususnya untuk penguatan UMKM.

“Semoga kesejahteraan masyarakat terwujud melalui peningkatan perekonomian daerah merupakan cita-cita setiap Pemerintah di manapun berada, tentu saja ada aturan dan rambu-rambu yang harus dipatuhi,” pungkasnya.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan OJK Aceh, Bapak Achmad Wijaya Putra, Direktur Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK, Bapak Tongam L. Tobing, Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh, Muhammad Raudhi, Kepala Bidang Promosi Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) Aceh, Fakhrizal, M.Si serta perwakilan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *