KPI Masuki Pembahasan Infrastruktur Dasar

16 Juni 2015
Comments: 0

Banda Aceh ( Selasa, 16/6/2015) Kawasan Perhatian Investasi Aceh memasuki tahapan pembahasan lebih teknis yaitu infrastruktur dasar dimana rapat yang diselenggarakan di ruang rapat II, lantai II Bappeda Aceh (16/06/2015), rapat ini adalah lanjutan dari rapat perdana pada tanggal 25 mei 2015 di Ruang Rapat I Badan Investasi dan Promosi Aceh.

Instansi yang hadir lebih mengerucut dari pertemuan pertama setelah Focus Group Discussion. Diantara nya Dinas Bina Marga, Desperindag, Dinas Kelautan dan Perikanan, Tirta Daroy, Tirta Montala, Dinas Pengairan dan instansi terkait lainnya, rapat berjalan lancar dengan dipimpin oleh Martunis dari Bappeda Aceh serta Badan Investasi dan Promosi Aceh.

Pertemuan teknis yang sedang berlangsung bertujuan untuk mempercepat Investasi di Aceh dimana hasil akhir dari keseluran perencanaan adalah kesejahteraan masyarakat Aceh secara keseluruhan. Pada kesempatan tersebut dibahas tentang Kawasan perhatian investasi Ladong dan Perikanan Lampulo.

Hasil dari pertemuan pada hari ini adalah beberapa kendala dari kawasan Ladong dan Lampulo diantaranya air bersih pada KIA Ladong belum ada sama sekali, sedangkan Perikanan Lampulo tidak ada masalah dengan suplay air hanya tunggakan dari pengelola tersebut. Untuk drainase pada jalan kawasan masih bermasalah baik di Ladong maupun Lampulo. Listrik pada KIA Ladong PLN sendiri sudah siap dialiri, sedangkan lampulo dari 5 Mw yang diminta baru di berikan 1 mw sisanya Distamben harus menyurati PLN untuk sisa 4 Mw. Dan yang terakhir adalah HPL  baik Lampulo dan Ladong akan selesai pada tahun 2015.

Yang tidak kalah penting dari keseluruhan adalah review dan master plan bisnis dikarenakan ini adalah kegiatan prioritas, hanya jalan poros saja hingga saat ini yang sudah selesai.

Syaifullah Muhammad Perwakilan dari Tim Pergub KPI mengatakan bahwa SOP yang diamanahkan dalam Pergub No. 97 tahun 2014 tentang Kawasan Perhatian Investasi harus dijalankan, diperlukan juga maintenance untuk semua fasilitas yang sudah ada karena jika semua sudah direncanakan dengan baik tetapi tiada perawatan maka akan kembali seperti semula. Dinas Cipta karya tidak hadir dimana pemikiran dari perwakilan mereka sangat penting pada rapat , selanjutnya rapat ditutup dnegan dibacakan hasil akhir tersebut pada pembahasan infrastruktur dasar. (Ly)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *