Kunjungan Dubes RI untuk Swedia dan Latvia

8 January 2016
Category:
News
Comments: 1

Kamis 7 Januari 2016, bertempat di Pendopo Kegubernuran Aceh, Gubernur Aceh bersama pejabat SKPA diantaranya Kepala Badan Investasi dan Promosi, Kepala Bappeda, Kepala Bappedal, Kepala BP2T, Kepala Kesbangpol Aceh, Kepala Dinas Pertambangan Aceh dan Kepala Disperindag Aceh menyambut Dubes Republik Indonesia untuk Swedia Bapak dalam rangka Kunjungan Kerja.

Dr. Zaini Abdullah dalam sambutannya menjelaskan sejarah Aceh dari masa penjajahan di Indonesia, konflik Aceh yang pada akhirnya telah terjadinya perjanjian damai Aceh pasca kejadian tsunami Aceh yang menghantarkan perdamaian di Bumi Aceh ini dengan adanya MoU Helsinki tanggal 15 Agustus 2005. Gubernur menegaskan bahwa saat ini Aceh aman dan nyaman walau masih ada riak-riak dan itu masih bias kita atasi. Zaini juga menyampaikan perkembangan pembangunan Aceh yang terus lebih baik yang akan terus kami tingkatkan.

Tragedi Insiden singkil juga turut disampaikan kepada Dubes, namun hal ini tidak seperti pemberitaan di media, toleransi Aceh dari dulu sangat terjaga, Bapak bias melihat di Banda Aceh ada beberapa rumah ibadah agama lainnya seperti Gereja dan Klenteng berada di kawasan Ibu Kota Provinsi Aceh ini, ini merupakan bukti nyata bahwa rakyat Aceh sangat menghargai dan bertoleransi dengan agama lainnya.

Dubes RI untuk Swedia dan Latvia Bapak Bagas Hapsoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa saya lebih ingin tau tentang Aceh, dan misi kami diantaranya mencari investor yang sebanyaknya, dan ekspor kita masih sangat ditunggu disana, terutama kopi Aceh yang perlu terus kita tingkatkan.

Dubes menanggapi masalah insiden Singkil yang memang menganggu untuk iklim investasi terutama bagi calon investor yang berniatinvestasi di Indonesia pada umumnya dan Aceh khususnya. Namun saya sangat mengapresi terhadap tindak cepat yang dilakukan Pemerintah Aceh bersama Kapolda Aceh untuk menyelaesaikan masalah ini.

Kepala Bappedal Aceh Ir. Iskandar, M.Sc menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh terus melakukan brand image Aceh di kancah internasional, kita telah melakukan promosi ke Swedia Pemerintah bersama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah terutama dalah promosi Kopi Gayo ke Eropa. Hal ini merupakan ajang memperkenalkan Kopi Gayo di Benua Eropa guna peningkatan kontrak dagang di bidang ekspor kopi.

Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Ir. Anwar Muhammad, M.Si menyampaikan tentang komoditi kopi Gayo yang sudah masuk dalam list kopi terbaik di dunia, dan juga ada produk unggulan Aceh lainnya seperti kelapa sawit dan nilam. Perlu kami sampaiakan bahwa kita terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendukung kegiatan investasi di Aceh. Pada saat ini memang kondisi infrstruktur yang tersedia di Aceh memang sudah layak. Aceh pada saat ini merupakan salah satu daerah yang mempuyai daya tarik investasi nomor 5 di Indonesia. Dan kami mengharapakan adanya bantuan dari Bapak Dubes terkait dengan isu lingkungan dan keamanan di Aceh.

Kepala Dinas Syariah menegaskan bahwa Pemerintah Aceh telah mengodok Qanun Syariah yang merupakan regulasi yang berlandaskan syariah agar mudah menjalankan sunnah yang berlandaskan Quran dan Hadis. Syariat Islam ini tercakup dalam bidang Ibadah, Muamalaf dan Jinnayah dan ini hanya berlaku untuk umat muslim. Turut disampaiakan bahwa syariat islam menghambat investasi, perlu kami tegaskan ini tidak benar, malah syariat islam akan mempermudah investasi jika dilaksanakan sesuai dengan ketentuan. Syariat Islam yang kita tetapakan di Aceh adalalah Islam yang terbuka, moderat dan bertoleransi.

Mewakili Kepala Dinas Pariwisata Aceh menyampaikan informasi destinasi wisata di Aceh juga fasilitas penunjang pariwisata di Aceh Dan dilaporkan juga jumlah kunjungan turis ke Aceh. Beberapa hambatan pariwisata dianataranya SDM yang terbatas, promosi yang masih kurang. Kepala Disperindag Aceh menyampaiakan terkait ekspor kopi Gayo ke Eropa terus meningkat dari tahun 2012 sampai dengan sekarang, ini merupakan hasil promosi Pemerintah Aceh yang berhasil meningkatkan volume ekspor kopi gayo.

Duta Besar menanggapi tentang habit konsumsi kopi kami ingin mengkampanyekan tentang promosi Kopi Aceh, dan juga perlu kita promosikan budaya dan juga kuliner di Wisma kami di Investasi yang diminati oleh swedia adalah bidang energy. Menanggapi syariat islam kita perlu cara untuk mengsosisialiasikan tentang syariat islam ini sehingga tidak menjadi momok bagi Aceh. Kami mengharapkan Aceh bias menjadi produsen halal food.

Menutup pertemuan kunjungan kerja Dubes RI untuk Sewdia dan Latvia terkait peningkatan kemitraan, kami berharap terus berkomunikasi dengan baik dengan Pemerintah Aceh dalam berbagai bidang baik ekonomi, budaya dan lainnya. (cut)

One response on “Kunjungan Dubes RI untuk Swedia dan Latvia

  1. Arif Arham says:

    Evaluasi

    Manfaat kegiatan: Meningkatkan pemahaman orientasi investasi dunia dan membuka peluang kerjasama Aceh dengan perusahaan-perusahaan asing yang sudah berinvestasi di Indonesia.

    Rekomendasi: Aceh perlu menyiapkan kawasan industri yang menyediakan kapling bagi investor potensial, dalam dan luar negeri. Selain itu, proyek-proyek investor luar negeri harus tetap mengedepankan padat karya untuk WNI. Tenaga kerja asing hanya untuk pekerjaan khusus yang memang belum dikuasai tenaga kerja lokal. Di samping itu, kegiatan kepariwisataan perlu terus dipacu karena inilah pintu pembuka agar dunia lebih mengenal Aceh.

    (Subbid Evaluasi dan Pelaporan Bainprom Aceh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *