Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh Memaparkan Rencana Detail Potensi Investasi di Aceh

29 April 2013
Category:
Berita
Comments: 0

Tags: ,

Dihadapan Abu Dhabi Departement of Economic Development (ADDED), dan Arab Business Club (ABC) organisasi tempat bernaungnya para pengusaha arab khususnya untuk Uni Emirat Arab yang juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia Bapak Salman Al-Farisi serta Deputi Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal dalam “INDONESIA BUSINESS LUNCHEON” pada Senin siang, setelah acara pembukaan tanggal 29 April 2013 bertempat di Ritz Carlton Abu Dhabi, Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh menyampaikan pemaparan tentang potensi investasi Aceh yang telah dikemas dalam “Detailed Plan on Investment Project Profiles” secara atraktif cukup mengundang applaus dari para audiens dalam acara tersebut yang menyaksikan dan mendengarkan secara detail tentang potensi Aceh secara langsung.

Pada kesempatan tersebut Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh menyampaikan “Why Invest in Aceh and Invest in Amazing Aceh” (Keunggulan Investasi di Aceh) yang tidak dimiliki oleh provinsi manapun di indonesia karena beberapa hal antara lain; 1. Letak Geographis Aceh yang strategis di depan mulut India dan China, 2. Aceh memilki deregulasi hukum Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, 3. Undang-undang Nomor 37 tentang tahun 2000 tentang kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang, dan Perarturan Presiden nomor 11 tahun 2010 tentang kerjasama pemerintah Aceh dengan lembaga atau badan di luar negeri dimana pemerintah Aceh dapat mengundang langsung foreign direct investment. Dengan kemudahan investasi bagi pihak asing termasuk pemerintah Aceh menyiapkan lahan untuk investasi, pembangunan infrastruktur dan percepatan proses perizinan.

Didalam pemaparan mengenai rencana detail peluang investasi di Aceh Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh menjelaskan beberapa sektor potensial; 1. Agro industry (kopi, coklat, karet, kelapa sawit, nilam, jagung, hortikultura organik, perikanan, peternakan dan pabrik susu, kemudian energi dan infrastuktur, Kawasan Industri Aceh (KIA), Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang.

Dalam forum tanya jawab dan “one on one meeting” para pengusaha Uni Emirat Arab menyampaikan ketertarikan dan keinginan mereka untuk menjajaki lebih lanjut dan berkunjung ke Aceh serta berinvestasi dalam beberapa sektor antara lain; energi dan infrastruktur, pertambangan dan pengembangan hortikultura organik.

*Laporan Kasubbid Kerjasama Badan Investasi dan Promosi Aceh dari Uni Emirat Arab, Junaidi Djalil.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>