Penguatan Kerjasama Ekonomi BIMP-EAGA & IMT-GT

14 October 2016
Category:
News
Comments: 0

Makassar (14/10/2016)  Makassar menjadi tuan rumah acara reguler dua tahunan 3rd BIMP-EAGA & IMT-GT Trade Expo, Conference and Business Matching dimulai pada 14 s.d 16 Oktober 2016. Bertempat di Four Points Sheraton Hotel, acara bertemakan Strengthening The ASEAN Maritime Economic Corridor and Food Security ini digelar dengan tujuan memperkuat kerjasama melalui perdagangan dan investasi antar wilayah negara anggota BIMP-EAGA & IMT-GT di sektor maritim dan agro-industri, rangkaian kegiatan berupa Business Conference, Business Matching dan Trade Expo. Mewakili Provinsi Aceh, Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh Bapak Iskandar Zulkarnaen, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan pemerintah daerah Simeulue berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut. Pebisnis Aceh di bidang kopi Gayo Arabica Aceh Tengah serta dari Simuelue di sektor perikanan mengisi trade expo dengan produk unggulan kopi dan olahan ikan yang bervariasi diantaranya abon. Ajang bisnis ini dihadiri investor dan buyers potensial dari Jepang, Tiongkok, Singapore, Myanmar, India dan Australia.

Business Conference

Pada opening ceremony Business Conference, (14/10/2016), Menko Bidang Perekonomian, Bapak Darmin Nasution mengawali acara dengan sambutannya mengenai  pentingnya penguatan kerjasama melalui sharing experience, best practice dan lesson learnt antar negara anggota BIMP-EAGA & IMT-GT. Diharapkan konferensi ini menghasilkan rekomendasi baru bagi para pembuat kebijakan. Konektivitas, tegasnya,  menjadi salah satu dinamika penting dalam menggalakkan pembangunan ekonomi melalui peningkatan transportasi dan logistik guna memudahkan akses terutama antar kepulauan.

Wakil Presiden RI, Bapak Yusuf Kalla membuka secara resmi acara seremonial Business Conference.  Beliau menyampaikan berdasarkan sejarah kerjasama sub regional BIMP-EAGA dan IMT-GT, betapa pentingnya konektivitas antar sub region untuk kemajuan ekonomi di setiap negara anggota. Apalagi dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), perlu adanya investasi untuk menggerakkan dunia usaha yang tentunya perlu didukung dengan penguatan konektivitas maritim di koridor ekonomi.

Business conference mengangkat tema Maritime Connectivity dan Food Security & SMEs Development. Salah satu pemateri, Deputi Kemenko Maritim Indonesia, Bapak Ridwan Djamaluddin membahas pentingnya “Investment for Infrastructure Development to Support Maritime Connectivity diikuti dengan pembahasan mengenai Maritime Connectivity to Support BIMP-EAGA & IMT-GT Tourism dan diakhiri dengan paparan Gubernur Sulsel tentang Role of Regional Government & Private Sector to Support Sub Regional Connectivity.

Business Matching Dengan Investor Jepang

Badan Investasi dan Promosi Aceh (BIP) menfasilitasi pertemuan pengusaha Simeulue, Bapak Yunan mewakili PT. Mandiri yang bergerak di sektor pengolahan ikan dengan investor dari Jepang yang tertarik untuk kerjasama di sektor perikanan, khususnya Ikan Cakalang. Perusahaan Jepang tersebut telah 25 tahun bergerak di pengolahan ikan Cakalang dengan final product Katshuo-Bushi dan telah melakukan kolaborasi dengan pelaku usaha perikanan di Kendiri. Perusahaan Jepang tertarik dengan potensi Ikan Cakalang yang dimiliki oleh Simeulue. Target yang diharapkan adalah memproses Ikan Cakalang menjadi Katshuo-Bushi di Simulue dan kemudian akan diekspor ke Jepang. Simeulue merupakan salah satu dari lima pulau yang menjadi prioritas program pengembangan Presiden Jokowi dan penanaman modal difokuskan pada industri pengolahan ikan dan transfer teknologi. Didukung oleh ketersediaan sumber ikan yang begitu besar di perairan Aceh yang menjadi bagian dari jalur Selat Malaka, tenaga kerja, pasar nasional dan pengalaman ekspor ke Abu Dhabi, serta dekat dengan jalur pelayaran di Selat Malaka,  perkembangan investasi perikanan di wilayah tersebut dinilai cukup untuk manjadi pertimbangan bagi Jepang sebagai dasar kerjasama. Apabila kerjasama dapat terwujud, pihak Jepang akan transfer teknologi proses guna mendapatkan hasil terbaik dari pengolahan ikan Cakalang. Pemerintah khususnya Pemkab Simeulue akan mendukung rencana kerjasama tersebut dengan kebijakan yang memudahkan investor menanamkan modalnya di Simeulue. (Tim Promosi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *