Turki Kembangkan Energi Angin di Aceh

24 Januari 2017
Category:
Berita
Comments: 0

Banda Aceh, (24/01/2017). Salah satu potensi energi terbarukan, tenaga bayu/angin yang ramah lingkungan menjadi pilihan yang signifikan untuk pengembangan tenaga listrik di Aceh. Egeres Enerji, sebuah perusahaan besar di Turki yang bergerak di bidang energi terbarukan menunjukkan minat akan potensi angin ini dan berkunjung ke Aceh dalam rangka menjajaki potensi tenaga bayu dan telah melakukan komunikasi awal dengan PLN Aceh, Pemerintah Aceh Besar dan Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai langkah awal.

Guna mendapatkan informasi yang lebih detail, Badan Investasi dan Promosi Aceh (BIP) menyambut delegasi Egeres, Bapak Gunkut Kurtaran, salah satu pendiri Egeres didampingi oleh konsultan lokal, yaitu Bapak Duta dan Bapak Bimo dari PT. Indopower International pada hari Rabu pagi (24/01/2016). Pertemuan ini dipimpin oleh Kepala BIP yang diwakili oleh Kabid Bidang Promosi dan turut hadir Kabid Bidang Perizinan, Kabid Pengembangan beserta staf Bidang Promosi.

Hasil komunikasi awal Egeres dengan Pemkab Aceh Besar dan Pemko Banda Aceh, didapatkan informasi bahwa Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu area di Sumatera dengan prospek pembangkit listrik tenaga angin paling baik dengan kecepatan angin mencapai 5,2 – 6,6 m/s yang cukup untuk menggerakkan turbin berkecepatan 3-4 m/s. Di wilayah Banda Aceh, lokasi paling ideal adalah di pesisir terutama di sekitar pantai Ulee Lheu.

Dari dialog Egeres dengan PLN Aceh, Aceh memiliki potensi angin yang cukup baik di bagian utara Aceh Besar, kawasan Kreueng Raya. Sebagai inisiasi awal, Egeres akan melakukan MoU dengan PLN dan langkah selanjutnya akan dilaksanakan kajian potensi lebih mendalam. Guna mengetahui kekuatan angin di wilayah Aceh Besar, Egeres merencanakan akan memasang alat pengukur angin selama satu tahun dan dari hasil data tersebut dapat diputuskan apakah kawasan Krueng Raya memiliki potensi besar untuk dibangun tenaga bayu. Apabila feasible, proses pembangunan pembangkit listrik tersebut diperkirakan akan memakan waktu keseluruhan selama 4 (empat) tahun dimulai dari pengurusan perizinan sampai proses konstruksi turbin.

Pemerintah Aceh sangat menyambut baik rencana penjajakan investasi di energi bayu ini dan mengharapkan akan mendapatkan hasil positif dari survei awal Egeres Enerji tersebut. Kajian lebih detail dimaksud akan dilakukan oleh PT. Indopower Internasional. (Rk/El)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *